Wawasan

5 Jenis PPH yang Dipotong dan Cara Menghitung Pajak Penghasilan

Sebagai warga negara yang baik, pajak harus dibayarkan dengan teratur. Tidak hanya pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan saja yang harus dibayarkan. Pajak penghasilan juga harus dibayarkan setiap tahunnya. Dengan pembayaran pajak tersebut, masyarakat telah menjadi warga negara yang baik karena telah melakukan kewajibannya dengan teratur.

Para wajib pajak pada umumnya hanya mengetahui besar pajak yang harus dibayarkan melalui dinas perpajakan saja. Para wajib pajak biasanya hanya memenuhi pembayaran pajak yang harus dibayarkan tanpa melakukan kegiatan yang dapat mengetahui besar biaya yang harus mereka setorkan pada dinas perpajakan.

Padahal dengan cara menghitung pajak penghasilan, para wajib pajak dapat mengetahui besar biaya yang harus mereka bayarkan tanpa harus berkunjung ke dinas perpajakan. Untuk mengetahui besar pajak penghasilan yang harus dibayarkan, para wajib pajak harus melakukan perhitungan yang tepat guna mendapatkan data yang solid. Untuk itulah, cara menghitung pajak penghasilan harus dilakukan dengan cermat dan dikuasai dengan baik oleh para wajib pajak.

Informasi Mengenai Pajak yang Dikenai PPH yang Terlampir pada Cara Menghitung Pajak Penghasilan

wajib pajak

Sebelum memahami mengenai cara menghitung pajak penghasilan dengan seksama, ada beberapa informasi penting yang harus diketahui dengan baik oleh para wajib pajak. Informasi tersebut juga akan diperoleh oleh mereka yang melakukan kursus brevet pajak.

Meskipun pajak yang terpotong dengan PPH tersebut tidak lagi digunakan sejak tahun 2013, ada baiknya para wajib pajak mengetahui mengenai informasi tersebut. Berikut merupakan ulasan mengenai 5 pendapatan yang terkena potongan PPH:

  1. Penghasilan yang diperoleh oleh penerima dana pensiun yang dilakukan secara teratur dan diterima berupa uang.
  2. Penghasilan yang berkaitan dengan putusnya hubungan kerja serta penghasilan yang berkaitan dengan dana pensiun berupa pesangon, jaminan di hari tua atau tunjangan di hari tua yang diberikan secara sekaligus.
  3. Penghasilan para pegawai tidak tetap yang berupa upah santunan, upah harian, upah borongan dan upah yang diberikan secara bulanan.
  4. Imbalan bagi pegawai yang berupa komisi, fee, honorarium atau imbalan sejenis yang berkaitan dengan jasa atau pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang.
  5. Imbalan bagi para peserta kegiatan seperti uang saku, hadiah atau uang rapat.

Sample Cara Menghitung Pajak Penghasilan

manfaat pajak

Untuk mengetahui cara menghitung pajak penghasilan dengan benar,ada beberapa contoh yang dapat dipelajari untuk mengetahui besaran pajak yang harus dibayarkan.

Untuk mengetahui besaran pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh wajib pajak, simak contoh di bawah ini yang merupakan hasil dari kursus brevet pajak. Berikut ulasannya:

  1. Gaji karyawan: Rp. 3.000.000
  2. Jaminan kecelakaan kerja: Rp. 15.000
  3. Jaminan kematian: Rp. 9.000
  4. Penghasilan bruto: Rp. 3.024.000
  5. Pengurangan:
  • Iuran pensiun: Rp. 50.000
  • Biaya jabatan: 5% x 3.024.000 = Rp. 151.200
  1. Jaminan hari tua: Rp. 60.000
  2. Total pengurangan: Rp. 261.200
  3. Penghasilan sebulan: Rp. 2.762.800
  4. Penghasilan satu tahun: 12 x 2.762.800 = Rp. 33.152.600
  5. PTKP:
  • Wp Rp. 24.300.000
  • Tambahan Wp Rp. 2.025.000

Total: Rp. 26.325.000

ilustrasi pembayaran pajak

Penghasilan yang dikenai pajak selama satu tahun: Rp. 6.828.600 ( dibulatkan Rp. 6.800.000)

  • Pph terutang: 5% x 6.828.600 = Rp. 341.400
  • Pajak penghasilan 12 bulan: 341.400: 12 = Rp. 28.452

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *