Hidup Sehat

Penyebab Bayi Keluar Lendir dan Darah Saat Buang Air Besar dan Cara Mengatasinya

Bayi yang memiliki lendir dan darah saat buang air besar termasuk kasus yang jarang terjadi. Jika tidak ada penyebab serius, pengobatannya cukup mudah. Tapi jika tidak segera diatasi, beberapa kasus bisa mengancam nyawa. Darah dan lendir dalam kotoran bisa muncul dalam dua bentuk, yakni bintik atau menyatu dengan kotoran. Adapun penyebab umum munculnya kondisi seperti ini pada bayi antara lain:

1. Luka Dubur

Ada luka di mukosa di dalam anus yang menyebabkan terdapat sedikit darah saat buang air besar. Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi namun tidak ada yang harus dikhawatirkan. Luka ini akan sembuh sendiri. Penyebabnya mungkin karena sistem pencernaan bayi yang menyebabkan sembelit dan pada saat bersamaan lapisan mukosa di anus cukup tipis, sehingga mudah tergores dan luka.

2. Infeksi

Ada banyak infeksi di saluran pencernaan yang menyebabkan lendir dan darah. Jika darah disertai diare, biasanya infeksi enterik yang disebabkan oleh shigella, salmonella atau campylobacter. Bakteri ini menyebabkan radang di usus, menyebabkan luka di usus, sehingga terjadi sedikit pendarahan. Bakteri streptococcus dapat menginfeksi jaringan di sekitar anus, menyebabkan peradangan dan luka. Jika kotoran tampak hijau bersama dengan diare mungkin karena pencernaan yang bermasalah.

3. Kolitis

Kolitis atau kolitis ulserativa adalah terjadinya radang pada lapisan usus besar. Biasanya terasa seperti tidak ada rasa sakit namun akan menyebabkan pendarahan di tinja. Penyebab kondisi ini pada bayi tidak diketahui, namun faktor genetika diduga berperan penting dalam terjadinya kondisi ini. Kasus yang sangat serius adalah necrotizing enterocolitis, yang menyebabkan darah pada kotoran bayi prematur. Karena sistem kekebalan tubuh bayi prematur sangat buruk, sehingga organ tubuh sangat rentan terhadap infeksi.

4. Penyakit Crohn

Ini adalah penyakit radang usus besar mirip dengan kolitis, namun masih berbeda dalam urutan patologi dan fisiologinya. Penyebabnya diduga karena faktor genetik atau mutasi. Sayangnya tidak ada penjelasan lain yang lebih komperhensif untuk masalah ini.

5. Alergi Makanan

Alergi makanan juga bisa menyebabkan tinja berlendir dan berdarah. Makanan hypoallergenic seperti susu sapi, gandum, oatmeal, dan lain sebagainya sering menyebabkan alergi. Selain itu, ketika bayi diberi suplemen vitamin terlalu berlebihan, maka zat besi yang terdapat pada suplemen tersebut bisa menyebabkan alergi. Reaksi alergi yang parah dapat menyebabkan muntah, diare berat, bahkan shock, sehingga membutuhkan perawatan segera.

Beberapa Makanan Menyebabkan Kotoran Berwarna Merah Seperti Darah

Banyak makanan memiliki karakteristik warna yang berbeda sedangkan sistem pencernaan bayi yang baru lahir lemah sehingga belum dapat mencerna dengan baik. Ini mengakibatkan makanan yang masuk tetap utuh diperut bayi. Berikut ini beberapa makanan yang dapat menbuat tinja merah seperti darah, padahal sebenarnya itu adalah warna makanan, misalnya :

• Tomat
• Wortel
• Buah Naga

Diagnosis dan Pengobatan

Ada banyak kemungkinan penyebab kondisi ini, jadi sebaiknya pemeriksaan bayi harus dilakukan dengan benar.

• Berbasis gejala: penilaian kondisi, penalaran kausal.
• Analisis sampel feses: memeriksa keberadaan bakteri atau virus; jumlah lendir dan volume darah.
• Tes darah: jika terjadi infeksi.

Melalui hasil tes dan ujian, dokter memberi saran terbaik untuk merawat bayi Anda. Menyusui adalah cara terbaik agar saluran pencernaan berfungsi normal, dan sistem kekebalan tubuh membaik. Periksa makanan, minuman atau obat bayi Anda. Jika kotoran keluar lendir dan darah disertai tanda-tanda dehidrasi, demam tinggi, maka harus segera mendapat perawatan medis

Beberapa lendir pada kotoran bayi bisa dianggap normal tapi jika disertai darah yang terlihat merupakan tanda-tanda bayi perlu perawatan medis. Mudah-mudahan berdasarkan informasi di atas, Anda dapat bertambah wawasan dan pengetahuan tentang masalah ini. Sehingga Anda bisa mengevaluasi kondisi bayi Anda dan tahu bagaimana cara mengatasi masalah ini dengan lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *